The Engineers Behind Group War

engineers-limbo

Aplikasi pesan dan sosial BBM telah meluncurkan fitur baru yang bikin grup chat kamu makin seru, Group War, pada akhir Desember 2018 lalu. Group War adalah fitur kuis berhadiah pertama di Indonesia yang menggabungkan chat bot dan dompet digital dalam satu platform grup chat. Di balik keseruan Group War, ada tim engineer yang telah mempersiapkan fitur tersebut selama lima bulan sebelum Group War dapat dimainkan oleh pengguna BBM.

Tim Engineer BBM mulai mengembangkan Group War sejak Juli 2018 lalu, dimulai oleh tiga orang engineer, yaitu Michael Himawan (Lead Engineer), Agung Prasetyo, dan Dimas Angga Saputra membangun fitur sesuai rencana yang telah disusun oleh tim produk BBM, serta menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan.

“Tantangannya waktu itu adalah bagaimana sebuah pesan dari bot bisa dikirimkan ke ribuan grup chat secara bersamaan dan menghitung ratusan ribu lebih jawaban dari pemain dan menyaring jawaban yang benar,” kata Michael Himawan membuka cerita.

Setelah kurang lebih tiga bulan mempersiapkan Group War di sisi engineering, maka tim Group War mulai melakukan internal test di akhir September. Internal test dijalankan untuk mendapatkan feedback langsung dari pengguna. Saat internal test dilakukan, tim menemukan kendala di kecepatan server dalam menerima jawaban dari pengguna dan melakukan kalkulasi poin jawaban yang benar.

Tim Engineer juga mempunyai tantangan mengintegrasikan layanan DANA ke dalam Group War. Hadiah peserta harus masuk dalam hitungan detik setelah pemenang diumumkan. Untuk itu koordinasi yang erat dengan DANA dibutuhkan, dan tim pun membutuhkan tambahan engineer untuk mengatasi berbagai kendala.

BBM pun menambah tim engineer Group War dengan bergabungnya Yosfik Alqadri, Jovin Angelico sebagai developer dan Devi Aprianti, Lilik Suryanti, dan Reky Rolen Kencana sebagai test engineer. Dengan kekuatan penuh, tim engineer Group War melakukan investigasi berbagai bottleneck yang ditemukan selama internal test. Tim Group War juga melakukan koordinasi dengan tim lainnya seperti messaging dan GGB untuk menyelesaikan berbagai hal.

“Kami terus melakukan test performa Group War tanpa lelah untuk menemukan dan memperbaiki bug, dibantu oleh tim Messaging dan GGB. Tim Messaging dan GGB membantu perbaikan dari sisi kecepatan transfer pesan dari device ke server Group War, sementara tim kami juga memperbaiki kecepatan perhitungan poin dan peningkatan efisiensi di server Group War itu sendiri,” kata Agung Prasetyo.   

Dengan melakukan investigasi setiap masalah secara end-to-end tim engineer BBM mempelajari banyak hal baru tentang arsitektur dan karakteristik teknologi (library dan framework) yang digunakan. “Sehingga kita bisa membuat strategi optimalisasi baru yang dapat diterapkan pada aplikasi dan server,” kata Devi Aprianti.

Kini, Group War telah dapat dinikmati oleh jutaan pengguna BBM di Indonesia secara lancar. Namun bukan berarti kerja tim Group War terhenti di sini. Tim tetap sibuk mempersiapkan berbagai peningkatan fitur Group War yang akan keluar di versi terbaru BBM yang akan keluar pada Januari 2019 ini.

“BBM menggabungkan fitur chat, mesin kuis, dan dompet digital agar pengguna dapat bermain dan belajar melalui kuis berhadiah. Pengguna pun dapat menggunakan uang hadiahnya untuk transaksi di BBM, TIX ID, Bukalapak, ataupun mencairkan uangnya di ATM.  Ini sebuah konsep yang menarik dan baru untuk sebuah aplikasi chat. Untuk itu, kami terus mengembangkan Group War untuk meningkatkan pengalaman bermain Group War,” kata Dimas Angga.  

Categories: BBM, Indonesia, LifeAtBBM

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s