Software Test Engineer BBM, Devi Aprianti: Penjaga Kualitas Aplikasi BBM

DEVI LIMBO

Sebagai software test engineer BBM, Devi Aprianti dan timnya memiliki tugas utama: Menjaga agar aplikasi BBM berjalan tanpa cacat di smartphone pengguna. Untuk itu, Devi dan tim harus menemukan berbagai bug yang mungkin terjadi dan mengetahui pengalaman pengguna saat menggunakan aplikasi BBM.

Devi beruntung, untuk mengerjakan tugasnya ia didukung oleh tim Test Engineer yang solid. Berbeda dengan pengalaman di kantor sebelumnya, budaya kerja di BBM yang mengedepankan pairing programming dan team work membuatnya dapat bekerja lebih efisien dan mendapatkan solusi yang lebih baik.

Jika menemukan kendala yang sulit, Devi dapat melakukan komunikasi dengan nyaman ke berbagai engineer di BBM, mulai dari engineer baru hingga lead engineer/manager. Ia pun dapat dengan bebas menyampaikan ide-ide dan masukan kepada perusahaan agar dapat mengembangkan aplikasi BBM lebih baik.

“Saya senang karena dapat berkomunikasi secara nyaman dan terbuka ke semua lini engineer. Dan di BBM kita menyelesaikan masalah secara tim, sehingga jika kita telah menemukan solusi, para engineer dapat pindah ke tahapan selanjutnya. Dengan pairing programming maka proses kerja dapat lebih cepat dan masalah yang ditemukan dapat menjadi bahan pengetahuan seluruh engineer,” kata Devi.

Dukungan BBM kepada para engineer pun sangat besar. BBM tidak ragu untuk investasi berbagai tools yang memberikan manfaat besar bagi tim, seperti Robotframework, Postman, Genymotion, Jenkins, dan Google Cloud Platform. Dengan dukungan besar dari BBM, pekerjaannya sebagai Software Test Engineer pun dapat berjalan dengan baik.

“Kita ingin memastikan semua fitur dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan dan dapat memberikan pengalaman lebih bagus lagi untuk pengguna BBM. Untuk itu, kami terus melakukan end-to-end test dengan berbagai tools agar aplikasi BBM dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Untuk mengisi waktu luang, Devi senang mencoba hal baru seperti travelling bersama kawan-kawan kantor, hingga mengikuti berbagai kegiatan seperti toastmaster club untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris.

“Perusahaan sangat mendukung kegiatan karyawan di luar kantor dengan tidak ada overtime. Saya bisa memanfaatkan waktu untuk hal-hal lain setelah jam kerja untuk meningkatkan soft skill,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s